Prodi Patologi Klinis menyelenggarakan Kuliah Tamu “Penggunaan Perhitungan Rumus eGFR di Laboratoium”

Senin (17/04/2023) Sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro di bidang penyakit infeksi, maka Prodi Patologi Klinik mengadakan kuliah tamu dengan materi “Penggunaan Perhitungan Rumus eGFR di Laboratorium” secara online.

Dr. dr. Hani Susianti, SpPK(K) sebagai pemateri menjelaskan tentang penggunaan perhitungan eGFR di Laboratorium.Deteksi dan manajemen awal gangguan ginjal berperan penting dalam memperlambat perburukan gangguan fungsi ginjal pada stadium awal dimana kondisi ini masih reversible dan menurunkan resiko yang berhubungan dengan komplikasi kardiovaskuler. Penemuan kondisi yang terlambat dapat menyebabkan gagal ginjal. Fungsi ginjal yang utama adalah menjaga volume normal dan komposisi cairan tubuh, regulasi homeostasis dan ekskresi samah metabolik.

Pemeriksaan fungsi ginjal dapat dilakukan dengan pemeriksaan serum kreatinin, klirens/ GFR dan estimasi GFR atau eGFR. Gold standart pemeriksaan fungsi ginjal adalah klirense inulin, akan tetapi pemeriksaan ini sulit dilakukan dikarenakan biaya yang tinggi dan membutuhkan waktu yang lama. Pemeriksaan Glomerular Filtration Rate dilakukan dengan menilai zat stabil yang di filtrasi dan tidak di reabsorbsi/ di sekresi oleh ginjal. Pemeriksaan eGFR dapat menggunakan Chronic Kidney Disease Epidemiology Collaboration (CKD-EPI) creatinine equation.