Membangun Kesadaran dan Pengetahuan dalam Pencegahan Infeksi

Pada tanggal 13 Maret 2024, Program Studi Patologi Klinik (Prodi PK) mengadakan kegiatan kuliah tamu (kultam) bertajuk “Peran Spesialis Patologi Klinik dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi”. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting, memfasilitasi partisipasi dari seluruh peserta yang tergabung dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Narasumber utama dalam kultam ini adalah Dr. dr. Sotianingsih, Sp.PK., Subsp.P.I.(K), seorang ahli patologi klinik yang berpengalaman dari Fakultas Kedokteran Universitas Jambi. Dalam paparannya, beliau menyoroti masalah Healthcare-associated Infections (HAIs), yang merupakan infeksi yang tidak hanya terjadi di lingkungan rumah sakit tetapi juga di fasilitas kesehatan lainnya. HAIs diketahui menyebabkan dampak serius seperti perpanjangan masa tinggal di fasilitas pelayanan kesehatan, peningkatan risiko kematian, serta beban finansial tambahan yang signifikan bagi pasien dan keluarganya.

Dr. dr. Sotianingsih menekankan pentingnya peran dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dalam mengurangi insiden infeksi terkait pelayanan kesehatan. Komite ini bertujuan untuk meminimalkan risiko infeksi bagi pasien, petugas medis, pengunjung, dan masyarakat sekitar, dengan mempertimbangkan aspek cost-effectiveness. Di sini, spesialis patologi klinik diharapkan dapat memegang peran sentral, bahkan sebagai ketua dalam komite PPI tersebut.

Setelah sesi paparan, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimoderatori oleh dr. Dwi Retnoningrum, SpPK(K), seorang tenaga pengajar di Prodi PK. Diskusi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya, berbagi pandangan, dan mendalami topik yang telah dipaparkan oleh narasumber.

Kegiatan kultam ini ditutup dengan sesi foto bersama secara daring, menjadi momen untuk merayakan kolaborasi dan pembelajaran yang berharga dalam upaya meningkatkan kompetensi peserta di bidang penyakit infeksi. Semangat untuk terus berkontribusi dalam penanganan dan pencegahan infeksi di dunia kesehatan pun menjadi pesan yang diharapkan terbawa oleh seluruh peserta setelah mengikuti kegiatan ini.